Rabu, 31 Oktober 2018

Percayalah


Disebuah sudut ruangan, termenung dan memutar kilas balik hidup. Terduduk dikursi kesakitan tercambuk oleh bayang masa lalu yang suram, teriris perih oleh dogma manusia yang mentuhankan diri mereka.

Rasanya ingin melepaskan roh dalam jiwa ini, rasanya ingin mengilang dan ditelan oleh bumi ataupun dihepaskan angin bagai debu dan mengilang tanpa jejak.

Manusia? Terlalu banyak dari mereka melihat sebuah titik dari sebuah kesalahan yang telah diperbuat tanpa melihat seribu kebaikan yang telah diperbuat.

Letih? Pasti!

Ingin menyerah? Tidak! karena aku bukan pengecut yang hanya bisa berlari dan berlari menghindari dari lolongan manusia.

Teruntuk kamu, wahai jiwa-jiwa yang sedang terpuruk dalam sebuah kegelapan.

Teruntuk kamu, wahai raga yang sedang diselimuti kabut derita

Percayalah bahwa Tuhan takkan pernah salah menciptakan mu dari saripati tanah dan segumpal darah.

Percayalah kepada kemampuan dirimu bahwa engkau salah satu titisan Tuhan yang siap menjawab keraguan dunia pada dirimu sendiri.