Disebuah sudut
ruangan, termenung dan memutar kilas balik hidup. Terduduk dikursi kesakitan
tercambuk oleh bayang masa lalu yang suram, teriris perih oleh dogma manusia
yang mentuhankan diri mereka.
Rasanya ingin
melepaskan roh dalam jiwa ini, rasanya ingin mengilang dan ditelan oleh bumi
ataupun dihepaskan angin bagai debu dan mengilang tanpa jejak.
Manusia? Terlalu
banyak dari mereka melihat sebuah titik dari sebuah kesalahan yang telah
diperbuat tanpa melihat seribu kebaikan yang telah diperbuat.
Letih? Pasti!
Ingin menyerah?
Tidak! karena aku bukan pengecut yang hanya bisa berlari dan berlari
menghindari dari lolongan manusia.
Teruntuk kamu, wahai
jiwa-jiwa yang sedang terpuruk dalam sebuah kegelapan.
Teruntuk kamu, wahai
raga yang sedang diselimuti kabut derita
Percayalah kepada
kemampuan dirimu bahwa engkau salah satu titisan Tuhan yang siap menjawab keraguan dunia pada dirimu sendiri.