Senin, 13 Desember 2021

Produksi Media (Tugas 3)

Nama : Debby Arie Irawan

NIM : 041148994

Mata Kuliah : Produksi Media

Jawaban :

1. Menurut para ahli Aplikasi adalah :

Jogiyanto : Aplikasi merupakan penggunaan dalam suatu komputer, instruksi (instruction) atau pernyataan (statement) yang disusun sedemikian rupa sehingga komputer dapat memproses input menjadi output.

Harip Santoso ; Aplikasi adalah suatu kelompok file (form, class, report) yang bertujuan untuk melakukan aktivitas tertentu yang saling terkait, misalnya aplikasi payroll, aplikasi fixed asset, dll


2. Langkah-langkah penyutradaraan yang baik adalah sebagai berikut :

a. Director's treatment ; Pengembangan skenario oleh sutrada sebagai proses supervisi suterada setelah final draft skenario. Sehingga pada proses ini sutradad dapat menuangkan ide-ide darin sudut pandang penyutradaraan.  

b. Decoupage ; Skenario yang masih berbentuk tulisan yang hanya dapat diimajinasikan dalam pikiran, dalam produksi audiovisual haruslah diterjemahkan lagi dalam shot-shot yang bisa divisualisasikan.

c. Shot list ; Skenario yang sudah diterjemahkan dalam shot tersebut kemudian didaftar lagi sesuai urutan yang akan diambil ketika shooting. Maka dalam proses shooting kita tidak perlu mengambil gambar secara urut, tapi dengan pertimbangan efisiensi dan kontinuitas kita dapa mengambil shot mana terlebih dahulu.

d. Stroy board ; Setelah mendapatkan shot yang runtut, sutradara kadang perlu untuk mengvisualissasikannya ke dalam bentuk gambar atau story board.

3. floor plan ; Banyak peralatan kerja yang digunakan bersamaan dalam produksi audiovisual. 

Minggu, 12 Desember 2021

Komunikasi Antar Budaya (Tugas 3)

 Nama : Debby Arie Irawan

NIM : 041148994

Mata Kuliah : Komunikasi Antar Budaya

Tugas 3. Jawaban :

Secara formal, budaya didefinisikan oleh E.B. Tylor (1871) sebagai kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan oleh masyarakat sebagai anggota masyarakat. 

Terjadinya konfilk antar suku atau entis ini sering terjadi di Indonesia karena beberapa hal, seperti :

1. Menilai perbedaan secara negatif ; Kita hidup dan tinggal di Indonesia dengan semboyan negara yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu. Segala macan etnis dan suku ada di Indoneisa ; Sunda, Jawa, Dayak, Bugis, Madura dan lain-lain. Bilamana setiap masyarakat dengan berbeda suku saling menilai perbedaan dengan arti negatif maka akan menimbulkan perpecahan antar suku bangsa.

2. Melanggar adat kebiasan kultural ; Setiap kultur mempunyai aturan komunikasi sendiri-sendiri. Aturan ini menetapka mana yang patuh dan mana yang tidak patuh. 

3. Mengabaikan perbedaan antara individu dan kelompok yang secara kultural berbeda ; Barangkali hambatan yang paling lazim adalah bilamana kita menganggap bahwa yang ada hanya kesamaan dan bukan perbedaan. 

Contoh ; Konflik antara Suku Dayak dan Suku Madura di Kalimantan. 

Pada tahun 2001 terjadinya kejadian yang sangat mengenaskan antara Suku Dayak dan Suku Madura. Latar belakang perselisihan ini terjadi adalah program transmigrasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1930 penduduk Madura pindah dan menginjakan kaki di Kalimantan.

Hingga tahun 2000, transmigran asal Madura telah membentuk 21 persen populasi Kalimantan Tengah.  Suku Dayak mulai merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari Madura. Hukum baru juga telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi tersebut, seperti perkayuan, penambangan, dan perkebunan. Hal tersebut menimbulkan permasalahan ekonomi yang kemudian menjalar menjadi kerusuhan antarkeduanya.  Insiden kerusuhan terjadi tahun 2001.  Kericuhan bermula saat terjadi serangan pembakaran sebuah rumah Dayak. Menurut rumor warga Madura lah yang menjadi pelaku pembakaran rumah Dayak tersebut.  Sesaat kemudian, warga Dayak pun mulai membalas dengan membakar rumah-rumah orang Madura.  Profesor Usop dari Asosiasi Masyarakat Dayak mengklaim bahwa pembantaian oleh suku Dayak dilakukan guna mempertahankan diri setelah beberapa warga Dayak diserang. Disebutkan juga bahwa seorang warga Dayak disiksa dan dibunuh oleh sekelompok warga Madura setelah sengketa judi di Desa Kerengpangi pada 17 Desember 2000.

Pada 18 Februari 2001 suku Dayak berhasil menguasai Sampit.  Polisi menahan seorang pejabat lokal yang diduga sebagai salah satu dalang di balik serangan ini.  Orang yang ditahan tersebut diduga membayar enam orang untuk memprovokasi kerusuhan di Sampit.  Kemudian, ribuan warga Dayak mengepung kantor polisi di Palangkaraya sembari meminta pembebasan para tahanan.  Permintaan mereka dikabulkan oleh polisi pada 28 Februari 2001, militer berhasil membubarkan massa Dayak dari jalanan.  Dari Konflik Sampit ini sedikitnya 100 warga Madura dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Konflik Sampit sendiri mulai mereda setelah pemerintah meningkatkan keamanan, mengevakuasi warga, dan menangkap provokator.  Untuk memperingati akhir konflik ini, dibuatlah perjanjian damai antara suku Dayak dan Madura.  Guna memperingati perjanjian damai tersebut, maka dibentuk sebuah tugu perdamaian di Sampit. 


Analisis Sistem Informasi

Tugas 2 

Nama : Debby Arie Irawan

NIM : 041148994

Mata Kuliah : Analisis Sistem Informasi

Jawaban : 


1. Observasi langsung ; Observasi atau pengamatan langsung pada berjalannya sebuah sistem dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai bagaimana sistem dijalankan, pihak-pihak yang berperan sebagai pelaku sistem, tempat sistem dijalankan dan lain-lainnya.

2. a. Memahami sistem ; Kegiatan memahami sistem lama dapa dilakukan dengan melihat dan mengamati dokumen-dokumen tentang sistem yang telah ada pada perusahaan seperti bagian alir/arus dokumen (paper work flowcharl), bagan alir sistem (system flowchat) dan salinan dokumen bukti transaksi.

    b. Evaluasi sistem yang ada ; Setelah mendapat rincian deskrispsi mengenai sistem apa yang sedang bejalan. Analisa sistem tersebut harus melakukan evaluasi terhadap sistem tersebut.  Apa kelebihan dan kekurangan yang digunakan selama ini? Komponen mana saja yang masih bisa dapat ditingkatkan?. Evaluasi terhadap sistem yang sudah berjalan, terutama penemuan atas kekurangan yang ada akan memberikan alasan dan legitimasi pada rencana pengembangan sistem baru. Sasasaran sistem yang baru akan semakin jelas, yaitu apa yang harus dikembangkan, ditambah atau dikurangi dari sistem lama sehingga akan lebih mudah dibuat konsep tentang future system yang akan diterapkan.

 c. Memahami keinginan pemakai ; Sistem informasi dirancang dalam keterkaitan dengan sistem pengambilan keputusan. Pernyataan ini berarti bahwa sebuah sistem akan dinilai berhasil jika sistem tersebut sesuai dengan keinginan pemakai. 


Minggu, 28 November 2021

Metode Penelitian Sosial

Tugas 2

Nama : Debby Arie Irawan

NIM : 041148994

Mata Kuliah : Metode Komunikasi Sosial

Soal

Jika Anda memilih metode penelitian kuantitatif, maka:

1. Sebutkan lokasi penelitian Anda

2. Identifikasi dan jelaskan variabel penelitian Anda

3. Sebutkan  populasi dan sampelnya

4. Jelaskan teknik pengambilan sampelnya, dan alasan Anda memilih teknik pengambilan  sampel tersebut.

Jawaban 

1. Lokasi penelitian saya berada di daerah Pariwisata di Jawa Barat khususnya di Kota Bogor karena dampak pandemi sangat begitu terasa di tempat pariwisata di Kota Bogor.

2. Klasifikasi variable berdasarkan fungsinya dalam penelitian yang mempunyai variable tergantung dipikirkan sebagai akibat yang keadaannya tergatung pada variable bebas

3. Isi : Dampak Covid-19 pada bidang Pariwisata

    Cakupan : Tempat pariwisata di Jawa Barat khususnya Kota Bogor

    Waktu : 3  bulan terakhir

4. Dalam kasus covid-19 seperti ini saya memilih teknik penarikan Sampel Purposive. Teknik ini digunakan dengan menentukan kriteria khusus terhadap sample, dan dilakukan berdasar pilihan langsung peneliti. atau bisa juga peneliti mengandalkan pada pendapat ahli yang mengetahui dengan pasti siapa yang bisa dikelompokan ke dalam sample.