Sebagai pencinta pecinta sepakbola rasanya kurang afdol banget gue nggak bahas soal Timnas kita..
Timnas Indonesia!
Ekpetasi rakyat Indonesia terhadap Timnasnya sangat begitu besar.
let’s see, waktu Timnas maen di home puluhan ribu orang siap mendukung
Timnas entah mereka orang miskin, kaya, etnis Tionghoa, orang Papua,
sunda, jawa, hitam dan putih semuanya menjadi satu dan menjadi kesatuan
untuk menjadi pemain ke-12 untuk Timnas Indonesia.
Tapi, expetasi berbanding terbalik dengan realita. Timnas sering
menelan pil pahit dari berbagai kekalahan dan kegagalan bahkan di
kejuaraan AFF Timnas seakan mendapatkan julukan “Juara Tanpa Mahkota”
bermain apik di qualifikasi dan semifinal tapi melempem di final.
Tentunya dari kegagalan tersebut terdapat banyak aspek mulai dari
pembinaan usia dini, dualisme liga, kompetisi yang kurang sehat,
mentalitas pemain bahkan carut marut nya induk sepak bola kita yaitu
PSSI.
Sebagai pencinta sepak bola tentuya rasa kecewa yang didapat bilamana
Timnas kita selalu mengalami kegagalan. “Tapi seburuk apapun Timnas,
apakah kita selalu berada dibelakang mereka?”
Tidak!!!
Mereka tau Timnas Indonesia tidak sehebat Timnas German yang juara
dunia, mereka tau permainan Timnas Indonesia bukan tiki-taka ala Timnas
Spanyol. yang mereka tau adalah “Semuanya akan indah pada waktunya”.
Mungkin kalimat tersebut hanya sebagai obat penenang sementara untuk
para supporter pencinta Timnas.
Tapi, mereka mempunyai keyakinan besar bahwa “obat penenang” tersebut
bisa menjadi sebuah kenyataan entah kapan para garuda yang terbang
bisa membawa trofi kemenangan ke bumi pertiwi, namun kenyakinan tersebut
selalu ada dalam benak jutaan para pecinta timnas. tidak akan pernah pudar bahkan tidak pernah hilang!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar